Tonasa-Takalar//likeberita – 25 Maret 2026, Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digitalisasi dunia dewasa, dimana bercirikan digitalisasi online yang sangat massif penggunaanya dalam kurung waktu beberapa puluh  tahun terakhir.

Rupanya telah membawa dampak serius dalam beberapa aspek kehidupan dunia dalam masyarakat saat ini, antara lain misalnya dalam dunia angkatan kerja, yang sudah mulai banyak diisi oleh generasi millenial dan gen-z.

Dimana di Indonesia saat ini telah tumbuh berkembang dengan populasi sekitar 9,9 juta jiwa sebagai angkatan kerja  usia produktif, yang diperkirakan dalam tahun 2045, Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan angkatan kerja muda yang jumlahnya puluhan juta orang.

Rupanya dampak dari peradaban digitalisasi selama ini telah mempengaruhi perilaku manusia, khususnya generasi milenial, yang  mulai terasa dimana-mana,  yang akan menjadi bumerang tersendiri yang serius dalam memasuki tahun-tahun Indonesia Emas tahun 2045, karena dapat mempengaruhi tumbuh-kembangnya  watak dan karakter yang terasa semakin jauh dari jati diri yang sesungguhnya, dengan semangat gotong royong, dan lain sebagainya, mulai tergerus.

Olehnya itu, maka guna mengantisifasi degradasi mental anak bangsa, maka komunitas adat Gallarrang Tonasa Kabupaten Takalar menggelar event Festival La’lang Sipue yang difasilitasi oleh Dana Indonesia Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2026 ini.

Festival La’lang Sipue sendiri adalah suatu pesta rakyat yang menyelenggarakan, panggelaran tradisi budaya sedekah bumi, juga sekaligus memberikan pencerahan bagi generasi muda agar mereka dapat mengetahui seluk-beluk daerahnya dan bagaimana cara keberlangsungan hidup masyarakat dijaga, serta pandangan akan nilai-nilai hidup  yang telah menopang kehidupan selama ini, sehingga mereka dapat mengambil gambaran akan hikmat serta menyimpulkan akan nilai-nilai tradisi budaya yang terdapat didalam kegiatan tersebut.

“Pangelaran Tradisi Budaya Sedekah Bumi Akkawaru Angrong Ase Dato”.

Bahwa tradisi ritual yang dilaksanakan  secara turun-temurun dalam  Komunitas Adat Gallarrang Tonasa, sebagai pengejawantahan dan appresiasi akan rasa syukur kepada Ilahi rabbi, wujud syukur dari komunitas adat diwujudkan dalam rangkaian kegiatan ritual Ritus Akkawaru Angrong Ase Dato,.

Dimana Sekaligus menandai akan masa turun sawah sebagai masyarakat agraris dengan bercocok tanam sebagai sumber penghidupan masyarakat adat Tonasa hingga saat ini. Seperti pada penjelasan tersebut di atas, pelaksanaan Ritus Akkawaru Kalompoang Tonasa, diyakini dengan pelaksanaan ritual ini akan memberikan berkah, dan rasa tentram serta hasil panen yang berlimpah.

olehnya itu, maka pelaksanaan Ritus Akkawaru Kalompoang Tonasa, selain sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem kebudayaan dan tradisi di wilayah adat Gallarrang Tonasa, juga adalah dimaksudkan untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan budaya dan tradisi agar dapat tertransformasikan budaya dan tradisi ini kepada para generasi millenial dan gen-z.

Dimana yang saat ini dirasakan mulai memudar dalam pengaruh arus informasi dunia lewat berbagai ragam applikasi on-line, yang menyebabkan menurunya interaksi social dilingkungan sekitarnya, dan lebih focus kepada interaksi dunia maya. Dalam pelaksanaan ritus Akkawaru juga ikut di ritual KaraengTa PuntuLoe riBilalang yang kesatuan penting dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Adapun Pelaksanaan Festival La’lang Sipue Pagelaran Tradisi Budaya Sedekah Bumi Akkawaru Angrong Ase Dato’ Merawat Tradisi – Menjaga  Marwah Negeri, situs cagar budaya Benteng Somba Opu Gowa, yang puncak acaranya akan diselenggarakan di situs cagar budaya Benteng Somba Opu Gowa, Tanggal 16 s/d 17 Mei 2026.

Dimana didahului dengan berbagai persiapan awal, yang telah di bahas dalam rapat panitia pada hari Rabu, tanggal 25 dan 27 Maret 2026 Sekitar pukul 13.30 wita sampai selesai yang berlangsung didua lokasi berbeda, yakni tempat semayam PuntuLoe ri Bilalang dan Angrong Ase Dato’.

Membahas persiapan Ritual dengan menyiapkan berbagai kebutuhan dan sarana ritual yang akan digunakan baik untuk keperluan ritual awal maupun ritual puncak di Benteng Somba Opu Gowa pada tanggal 16 s.d 17 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu juga, pemangku adat Gallarrang Tonasa Tumalabbirika YM. Hamin Mustafa Daeng Nyanrang, Dipl.Ing, ST selaku Ketua Panitia Pelaksana memberikan penjelasan tentang latar belakang pelaksanaan festival La’lang Sipue Tahun 2026, termasuk pada aspel sejarah, makna dan filosofi dari pelaksanaan ritual Angrong Ase Dato dan KaraengTa Puntu Loe Bilalang kepada para komunitas adat dan generasi millenial dan gen-z yang dihadirkan dalam pertemuan tersebut, sebagai upaya transformasi pemuatan pengetahuan dan tradisi budaya yang ada dalam Komunitas Adat Gallarrang Tonasa.

Dimana dalam pelaksanaan kegiatan ini juga diturut sertakan, rapat dihadiri oleh tokoh dan pemuka adat, komunitas, masyarakat umum, unsur generasi mellenial /gen-z serta unsur pemerintahan setempat dan awak media.

Red…

Tinggalkan komentar

Quote of the week

“Jangan Samakan Pemikiranmu Dengan Pemikiran Orang Lain, Beda Barang Beda Kualitas, Beda Jam Terbang Beda Pengalaman.”

~ Mirwan.,SH.,MH.

@2026 – www.likeberitanews.com – Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang